Wednesday, January 23, 2013

SELAMAT MENJADI ASING

.Pic taken from random googling.

Memang sudah guratnya jika manusia berteman baik dengan keterasingan. 
Satu-satunya hal yg tak sempat terasing hanya pikiran. 
Maka disitulah kau bebas . . .

Sudah berkali-kali saya menulis tentang kehilangan, tentang apa yang saya rasakan saat beberapa orang yang dekat dengan diri saya pergi. Saya selalu merasa terganggu jika ada orang terdekat saya pergi, entah pergi karena berbagai alasan. Rasanya seperti diri saya terbagi-bagi, dan salah satu bagian itu perlahan memudar, menghilang. Dan yang tersisa hanyalah kekosongan yang sulit untuk terisi kembali.

Saya telah banyak kehilangan orang, baik dalam konteks saya maupun orang-orang itu yang meninggalkan. Ah, bukankah setiap orang memang akan saling meninggalkan? Karena sejak awal manusia memang sudah ditakdirkan untuk sendiri.

Mungkin sudah saatnya kita menemui jarak dan berteman baik dengan waktu yang tak mengenal tunggu. Ada baiknya kita tak lagi menengok ke belakang, membicarakan masa lalu yang tak lagi akan terjadi. Kita akan baik-baik saja meskipun kita sama-sama menjelma menjadi asing. Pada akhirnya kamu hanyalah sekilas kenangan dalam pikiran yang terus berubah. Hanya jejak yang kau tinggalkan, namun kau telah membawa satu bagian retak dari diri saya. Tapi saya baik-baik saja, setidaknya kita tidak saling menyakiti satu sama lain lagi.


Selamat menjadi asing, untukmu dan untuk saya.

*Bahkan, sebelum kau pergi pun saya telah merasa asing . . .

Wednesday, January 2, 2013

RESOLUSI

Keinginan saya tidak macam-macam untuk tahun 2013. Saya hanya ingin mendapatkan kemudahan dalam memenuhi seluruh tanggung jawab saya, sehingga saya bisa cepat lulus kuliah dan (mungkin) meninggalkan kota mimpi. Saya tidak ingin muluk-muluk, ketemu jodoh di tahun 2013 itu bonus. Bukan berarti saya tidak ingin cepat-cepat ketemu, hanya saja saya sedang lelah, sehingga saya lebih suka membiarkan alur pertemuan itu mengalir seperti air, menunggu saat yang tepat. Tidak terlalu terburu-buru dan memaksakan, yang penting itu saya bisa cepat-cepat terbebas dari "ikatan" seseorang di tahun 2012. Saya ingin bebas.

Thursday, December 20, 2012

KEHILANGAN

Saya kehilangan banyak hal. Entah itu teman, sahabat, orang-orang yang dekat dengan saya, atau bahkan mungkin orang-orang yang saya harapkan ada. Saya kehilangan banyak hal, entah itu perasaan, harapan, bahkan rasa percaya. Entah saya harus percaya pada siapa lagi, saya tak tahu. Karena semua penuh kebohongan, palsu, tidak ada yang benar-benar tulus. Saya lelah, saya penat. Saya ingin pulang, tapi saya tak punya tujuan untuk itu. Lalu saya harus kemana? Nyatanya saya tak tersesat, karena bagaimana bisa tersesat jika saya tak memiliki jalan. Bahkan tersesat pun memiliki tujuan, memiliki alasan. Saya kosong, apakah saya sudah "mati"?

Friday, December 14, 2012

SELFNOTE

Saya sempat merasa akan ada sesuatu yang berbeda di hari ini. Ternyata sama saja. Bukan hambar, hanya saja saya tak merasakan euforia yang seharusnya ada. Mungkin ada yang salah dengan saya.

Tuesday, December 4, 2012

RINDU

Kangen sama orang yang nggak mungkin kangen balik itu menyebalkan. Sama menyebalkannya dengan kangen pada orang dan keadaan yang dibenci . .
Sudah beberapa waktu ini saya mengumpulkan rindu, melalui udara, bisikan, lamunan, bahkan juga melalui diam. Sudah lama rindu itu meminta untuk tersampaikan, pada seseorang yang tak jarang dekat dengan pelupuk mata. Namun, hanya kontak secara fisik yang terus terasa, karena rindu itu tak sanggup untuk dikembalikan. Hingga kini, saya masih menyimpan rindu itu.

Saya tetap menyimpan rindu untuk orang lain tanpa tahu apakah saya juga mendapatkan rindu dari orang lain. Ah, tetap saja ada orang lain lagi yang mendapatkan jatah rindu yang lebih besar. Mungkin sudah takdir saya untuk tidak memperoleh rindu terlalu banyak. Toh, selama ini saya hanya berperan sebagai bayang-bayang, mungkin . .

Jadi ini saya kumpulkan rindu untukmu, semoga suatu saat dapat tersampaikan . . .

ORANG ANEH MACAM SAYA

Orang aneh macam saya bukan tipe yang mudah dipahami. Seperti benang kusut, ketika dicoba untuk diurai malah akan bertambah kusut. Orang aneh macam saya lebih suka memendam perasaan, introvert mereka bilang. Orang aneh macam saya lebih suka melamun, bengong sendirian di tengah keramaian, karena sesungguhnya dunia pikiran saya lebih ramai dan menarik. Orang aneh macam saya mungkin bukan menjadi pilihan nomor satu untuk dilirik, tapi akan menjadi orang terakhir yang tetap ada, tetap tinggal.

Orang aneh macam saya mungkin bukan orang paling bahagia, karena lebih sering memastikan kebahagiaan orang lain. Orang aneh macam saya mungkin terlihat sulit berekspresi, tapi bisa menjadi orang yang paling tulus.Orang aneh macam saya suka menari-nari, bernyanyi, tertawa, dan menangis sendiri, karena sulit untuk berekspresi lebih di depan orang lain.

Orang aneh macam saya tidak suka keramaian, apalagi berada di tengah obrolan tidak penting. Orang aneh macam saya bisa menjadi orang paling pendiam sekaligus paling cerewet. Orang aneh macam saya bisa terlihat seperti anak kecil yang menemukan mainan baru, sibuk dengan dunianya sendiri.

Orang aneh macam saya sulit berkata-kata dalam omongan, tapi lebih suka berkata lewat tulisan. Orang macam saya memang aneh, katamu, kan?

Wednesday, November 14, 2012

SEMOGA

Saya boleh teriak ga?

Saya pengin teriak keras-keras sampai guling-guling karena kecapekan. Rasanya otak saya kepenuhan dan isinya udah meluber kemana-mana. Nah, saya yang bingung nyari wadah buat luberan isi "otak" malah jadinya cuma bengong-bengong doang, bingung mau ngapain.

Sudah beberapa waktu ini banyak hal yang saya lakukan dan pada akhirnya malah tidak berguna dan menghasilkan apa-apa, useless. Jadinya saya juga sempat uring-uringan ga jelas. Apalagi kalau ingat dengan deadline hawe (LPM Hayamwuruk), tema majalah dan proposal skripsi. Kepala saya rasanya kayak ditumpuki batu-batu kali yang berat banget. Dan ga tau kenapa, akhir-akhir ini di pikiran saya cuma ada dua hal; Hawe dan (calon) skripsi, hmm...

Nekat ga sih, saya yang sudah termasuk angkatan tua, sudah mulai persiapan skripsi tapi masih (mencoba) tetap aktif di organisasi . . .
Ah, toh pada awalnya saya saja yang kepedean, yakin bahwa saya pasti bisa untuk menghandle semuanya. Tapi ternyata saya salah, pada akhirnya juga saya malah kewalahan sendiri untuk membagi pikiran.

Saya butuh liburan, kayaknya. Penginnya sih pergi ke laut atau gunung, atau minimal pergi dari kota mimpi, walaupun tujuannya masih ga jelas. Dan dari beberapa minggu yang lalu sebenarnya saya sudah punya banyak rencana untuk pergi-pergi, termasuk pada hari libur nasional di minggu ini. Tapi, tapi, semua rencana malah gagal. Ada saja hal-hal di luar dugaan yang datang silih berganti. Sementara saya sudah beberapa kali membatalkan acara luar kota yang tidak terlalu saya prioritaskan, jadi menyesal rasanya. Ah, sepertinya saya memang ga ditakdirkan untuk rehat sejenak deh... :(

Ga tau kenapa minggu-minggu ini kebanyakan yang saya lakukan berujung pada satu kata: useless. Semoga minggu-minggu kedepan apa-apa yang saya lakukan tidak lagi berujung pada kata useless . . .

Ya, semoga.