Showing posts with label video. Show all posts
Showing posts with label video. Show all posts

Wednesday, August 22, 2012

HALO !

Halo, saya masih "hidup" sampai sekarang *kayaknya bagian ini nggak penting deh, haha :D. Sudah lebih dari satu bulan saya meninggalkan kota mimpi. Dan minggu kemarin saya sempat mampir sebentar, menengok keadaannya selama beberapa hari. Kota mimpi di bulan Agustus ini serupa dengan halte, hanya berfungsi sebagai tempat pemberhentian, pemberi jeda.

Tanggal 15 kemarin, KKN saya (akhirnya) selesai. Senang sih, tapi entah kenapa sampai sekarang saya masih merasa kosong. Mungkin saya hanya belum terbiasa. Jadi, setelah semingguan berpusing-pusing dengan yang namanya LPK, akhirnya tugas saya selesai juga. Rasanya enak banget ketika kepala kosong dan nggak dipaksa untuk berpikir. Pikiran saya sampai melayang-layang. Akhirnya pelampiasan saya tersalurkan lewat perjalanan Pakis Aji (Jepara)-Tembalang (Semarang) dengan waktu tempuh kurang dari dua jam.

Ahiya, LPK ini lho yang bikin saya galau selama seminggu lebih.

LPK oh LPK, tebalmu ternyata bisa mengalahkan skripsi

Dan akhirnya kegiatan KKN ditutup dengan upacara penarikan di kampus dan aksi pelemparan topi KKN. Penginnya sih juga sama aksi pembakaran jaket KKN, tapi sayang ah. Jadinya jaket KKN punya saya dicorat-coret oleh teman-teman KKN saya, ditandatangani dan ditulisi macam-macam. Tapi begonya saya, kenapa tu jaket dicuci, luntur semua deh tulisannya. Itu semua ternyata gara-gara spidol sn*wm*n yang ternyata kalo kena air luntur *baru tahu, haha.

Eh, eh, pas kemarin balik ke kota mimpi, saya juga sempat nonton Perahu Kertas, sebuah film karya Hanung Bramantyo hasil adaptasi dari novel Perahu Kertas karya Dee (Dewi Lestari). Walaupun saya merasa di beberapa bagian agak sedikit berlebihan, tapi saya suka filmnya. Bukan dari segi kisah cintanya Kugy dengan Keenan, tapi ada sesuatu yang menarik saya, nggak tahu apa, dan saya tersesat di dalamnya.

Dan saya jatuh cinta dengan soundtrack Perahu Kertas yang dinyanyikan oleh Maudy Ayunda.



Sekarang saya sudah di rumah, dan belum apa-apa saya sudah kangen dengan kota mimpi. Saya merasa masih ada yang belum terselesaikan dan saya pengin ketemu beberapa orang. Setelah itu, saya ingin terbang lagi. Doakan saja ya, supaya fisik, finansial, dan waktu saya mendukung.

Saya siap berlari kembali, mencari jawaban.

Friday, April 27, 2012

ARMS



Entah kenapa, saya langsung suka dengan lagu ini, ketika pertama kali saya mendengarnya melalui laptop teman saya, walaupun pada awalnya saya agak kurang sreg dengan konsep videonya. Jadinya untuk beberapa hari ini, lagu ini menjadi salah satu lagu yang sering saya nyanyikan pelan-pelan.

Monday, December 26, 2011

CANON - CHOPSTICK

Minggu-minggu ini saya sedang memasuki minggu (tak) tenang. Minggu depan saya akan memasuki masa ujian akhir semester. Saya (tidak) menikmati liburan saya di kosan, dengan setumpuk tugas yang menghalangi saya untuk pulang. Padahal saya sedang kangen-kangennya dengan rumah, dengan ibu, bapak, dan juga adik-adik saya. Saya juga kangen dengan teman-teman lama saya. Yah, inilah nasib mahasiswa rantau yang tidak bisa pulang . . :(

Sudah beberapa hari ini saya bebas bernyanyi-nyanyi keras di kosan, tidak peduli bila ada orang yang merasa terganggu. Lha, kosan saya sedang sepi-sepinya, hampir semua penghuninya mudik. Kalau sedang sendirian seperti ini, saya suka sekali bernyanyi lepas sambil main musik. Sayang, di sini saya tidak punya satu pun alat musik. Sepertinya sudah hampir dua tahun saya tidak main piano lagi. Jangan-jangan jari saya sekarang sudah kaku.

Saya kangen dengan Canon in D-nya Pachelbel. Bahkan saya juga kangen dengan irama Chopstick Waltz, simpel, tetapi mampu membuat tangan saya menari-nari di tuts piano. Dulu ibu saya paling suka kalau melihat saya main piano. Padahal saya mainnya juga ngasal. Saya masih amatiran, belajarnya saja kebanyakan otodidak. Apalagi sekarang sudah lama saya tidak main lagi, pasti saya sudah tidak bisa main piano dengan lancar . . -____-"

Ah, saya benar-benar kangen main piano *guling-guling di kasur . .

Akhirnya untuk mengobati kangen saya, saya iseng melihat-lihat video di KamuTabung. Dan saya menemukan video ini.



Ini Chopstick Waltz. Saya suka video ini, unik. Bahkan saya tidak pernah kepikiran untuk memainkan Chopstick dengan chopstick (sumpit) beneran. Oia, lagu Chopstick Waltz yang saya mainkan jauh lebih sederhana dari video ini. Lagu ini bisa dibilang lagu pertama yang saya kuasai secara otodidak.



Dan ini Canon in D. Canon versi video ini mirip dengan Canon yang biasa saya mainkan. Tetapi saya lebih suka memainkannya dengan tempo yang lebih cepat. Dan ternyata saya masih kalah dengan anak kecil di video itu. Seumuran itu jangankan bisa main piano, alatnya saja saya tidak punya.

Saya suka musik klasik, walaupun saya payah kalau disuruh main piano. Tetapi saya kangen, untuk melarikan perasaan saya melalui tuts dan partitur . . .

Wednesday, November 30, 2011

SKYSCRAPER



Skies are crying, I am watching
Catching tear drops in my hands
Only silence, as it's ending
Like we never had a chance

Do you have to make me feel like
So there's nothing left of me?

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I'm made of glass
Like I'm made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper
Like a skyscraper

As the smoke clears, I awaken
And untangle you from me
Would it make you, feel better
To watch me while I bleed?

All my windows still are broken
But I'm standing on my feet

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I'm made of glass
Like I'm made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper
Like a skyscraper

Go run, run, run
I'm gonna stay right here, watch you disappear
Go run, run, run
Yeah, it's a long way down
But I am closer to the clouds up here

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I'm made of glass
Like I'm made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper
Like a skyscraper


Seberapapun beratnya hidup, sejatuh apapun saya, walaupun tekanan itu menghimpit, saya tidak akan menyerah, karena saya yakin saya bisa. Walau begitu kuatnya tekanan yang kalian berikan untuk menjatuhkan saya, saya akan berusaha untuk tetap bertahan, dan tidak berusaha untuk lari lagi.

Terima kasih atas semua tekanan yang telah kalian berikan, karena walaupun berat, tetapi itu semua telah membantu saya untuk menjadi semakin dewasa. Terima kasih juga atas hari-hari berat itu, saat-saat dimana saya merasa benar-benar sendirian. Terima kasih karena telah menjadikan saya lebih kuat.

Saya ingin melesat lebih jauh, meninggalkan kalian yang terlalu sibuk menghalangi dan menjadi beban orang lain. Terima kasih ya, untuk mengajari saya arti hidup yang sebenarnya . . .
Terima kasih Tuhan, karena sepagi ini Kau telah menyapa dengan segelas hangat air mata . . .

Wednesday, November 23, 2011

TENTANG DIA


Hi D. Entah mengapa urusan cinta itu begitu membingungkan. Dulu, saya sering mentertawakan orang yang begitu berlebihan saat bertemu dengan cinta, mentertawakan betapa cinta dapat menciptakan kekonyolan di siang bolong. Tetapi kini saya mengerti, betapa seriusnya urusan cinta itu.

Sudah beberapa bulan ini saya kebingungan D, saya seperti orang linglung yang tak tahu berekspresi. Saya lelah D, bahkan untuk tersenyum pun saya membutuhkan banyak perjuangan. Dapatkah cinta menghilangkan senyuman D? Bukankah kata orang cinta justru menghadirkan kehangatan . . .

D, saya bingung dengan rasa yang baru pertama kali saya jumpai. Kali ini serius D, sangat serius hingga bahkan mampu membolak-balik dunia saya.

Sudah beberapa minggu ini saya rutin menyibak jendelanya D. Mengendap-endap, meskipun saya tahu itu percuma karena dia tidak akan menyadari keberadaan saya. Melihatnya dari jauh memberi kekuatan tersendiri bagi saya. Namun saya tidak bisa membohongi hati saya D, saya juga ingin melihat dia lebih dekat, dalam jarak yang mungkin lebih rapat dari sekedar sepelemparan batu . . .

D, tidak apa-apa kan bila saya menambah satu lagi catatan isi hati saya. Sebetulnya saya ingin sekali bercerita langsung padamu, mungkin kapan-kapan ya. Entah mengapa saya sedang merasa ditinggalkan. Saya merasa sedang tidak punya siapa-siapa untuk berbagi cerita, atau untuk mencari jawaban atas seluruh hal absurd yang hingga kini tidak mudah saya mengerti.

Salah satu teman karib saya menyuruh saya untuk jujur padanya D. Tetapi saya terlalu takut. Saya mungkin seorang pengecut yang terlalu mengkhawatirkan banyak hal. Saya tidak tahu harus bagaimana, sedangkan dalam pikiran saya telah terbangun tembok-tembok pembatas yang memilah-milah ruang urusan hati itu.

Tidak mudah untuk jujur D. Betapa sulitnya untuk menjadi diri saya sendiri saat saya menyadari kehadirannya melalui ekor mata saya. Dia serupa matahari D, dengan terik yang begitu menyilaukan sehingga mampu membuat saya terpaku padanya. Bahkan saya sampai lupa dengan kehadiran sang bayang, sebuah realitas yang telah terbiaskan oleh mimpi.

Saya tidak memiliki apa-apa untuk menarik perhatiannya D. Yang saya punya hanyalah bayangan masa lalu, yang kini hanya menyisakan trauma. Betapa kuatnya pengaruh trauma itu D, bahkan hingga kini perasaan pahit akibat rasa takut itu masih dapat tercecap . . .

Dia berbeda sekali dengan saya. Dia seperti memiliki sayap. Dan saya yang masih menjejak tanah terus mencoba berlari, takut kehilangan kelebat kepakannya. Tetapi bukankah perbedaan itu indah D? Perbedaan yang dapat saling melengkapi, saling menyempurnakan.

Haruskah saya bilang padanya D? Memuntahkan seluruh endapan rasa yang memberatkan pikiran saya. Tolong, jangan biarkan saya untuk menoleh ke belakang, ke arah jejak-jejak yang sempat kau tinggalkan. Saya takut tidak bisa kembali lagi, karena hati saya masih terpaut dengan waktu yang sudah berlari jauh denganmu.

Rasa takut itu masih belum hilang D. Dunia saya masih terjebak dalam kotak . . .

Thursday, November 10, 2011

BLUE SKY COLLAPSE


As I walk to the end of the line
I wonder if I should look back
To all of the things that were said and done
I think we should talk it over

Then I noticed the sign on your back
It boldly says try to walk away
I go on pretending I’ll be ok
This morning it hits me hard that

Still everyday I think about you
I know for a fact that’s not your problem
But if you change your mind you’ll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse

As I stare at the wall in this room
The cracks they resemble your shadow
When everyday I see time goes by
In my head everything stood still

I’m waiting for things to unfreeze
Till you release me from the ice block
It’s been floating for ages washed up by the sea
And it’s drowning, thought you should know that

You see people are trying
To find their way back home
So I’ll find my way to you

Wednesday, November 2, 2011

SEMPURNA



Lagu ini punya arti yang dalam untuk saya, sepotong kenangan akan masa saat saya SMA, masa-masa bahagia yang dipenuhi dengan kejadian lucu, sedih, hingga konyol, dengan pelaku cerita yang masih menyisakan sifat kekanak-kanakan. Tiba-tiba, saya ingin bernostalgia sejenak, mengumpulkan kembali serpihan-serpihan kenangan yang sempat terlupakan . . .

Sunday, October 23, 2011

Saturday, May 7, 2011

Friday, March 11, 2011

Saturday, January 8, 2011

Wednesday, December 15, 2010

YOUR GUARDIAN ANGEL


*this song (and I don't know why) always reminds me about you . . .


Entahlah, saya tak tahu harus berkata apa. Saya . . . hanya rindu . . . rindu tak terkata . . .

Wednesday, December 8, 2010

KUPU - KUPU


*I used to sing it when I was at senior high school

Dulu, ketika saya masih SMA, teman-teman saya, dari teman sekelas, kelas tetangga, adik kelas, kakak kelas, osis, ekskul, bahkan hingga guru, memanggil saya dengan panggilan "Chō". Kenapa? Haha, alasannya simpel saja sih. Waktu saya masih kelas 1, saya suka sekali dengan lagu Kupu-Kupunya Melly Goeslow, dan sering menyanyikannya di kelas (dulu falseto saya bagus lho, hehe . . :P). Ah, saya jadi kangen dengan masa-masa itu, dimana saya dapat bernyanyi, menari, tertawa, berteriak, dan berekspresi dengan bebas.

Eh, lupa bilang. Chō itu berasal dari bahasa Jepang, artinya kupu-kupu.

Saya jadi ingat, lama-lama panggilan Chō berkembang menjadi panggilan-panggilan lainnya, yang bahkan lebih aneh dari sebelumnya. Saya sempat dipanggil Chō-Chō, Mbak Chō (kakak kelas saya rata-rata memakai panggilan ini ke saya, padahal mereka kan lebih tua . . -___-"), Baco (aduh), Cocobi (apa lagi ini . . .), dan Cocang. Haha, terkadang saya sering tertawa sendiri bila teringat dengan teman-teman saya. Mereka berhasil membuat saya tersenyum. Terima kasih ya, atas pertemanan yang terus terjalin hingga kini. Saya kangen kalian, kapan kita bisa reuni lagi? Mungkin ini hanya masalah waktu saja . . .

Saya sempat juga merasa risih, dipanggil dengan nama yang aneh-aneh. Hampir tidak ada yang memanggil saya dengan nama asli saya, kecuali para guru. Ketika saya lulus SMA, saya sempat senang, karena akhirnya saya akan dipanggil dengan nama asli saya. Tetapi ternyata, saya kangen sekali dipanggil dengan nama-nama itu. Entahlah, bila saya dipanggil dengan nama itu, saya merasa . . . spesial, dengan cara yang aneh. Saya merasa bahwa, apapun diri saya, kalian menerima saya apa adanya. Bagaimanapun jeleknya saya, saya adalah teman kalian, dan akan terus begitu. Terima kasih ya . . . :)

Friday, July 9, 2010

DONGENG . . :)



Di malam ini aku tak dapat memejamkan mata
Terasa berat bagai diri terikat mimpi
Kuingin satu, satu cerita, mengantarku tidur, biar 'ku terlelap
Mimpikan hal yang indah, lelah hati tertutupi

Dongeng sebelum tidur, ceritakan yang indah biar 'ku terlelap

Dongeng sebelum tidur, mimpikan diriku, mimpikan yang indah

Gelisah 'ku tak menentu, pikiran melayang

Di benakku hanyalah ada lelah yang terasa

Dongengmu sebelum tidur, ceritakan yang indah biar 'ku terlelap


Dongeng sebelum tidur, ceritakan yang indah biar 'ku terlelap

Dongeng sebelum tidur, mimpikan diriku, mimpikan yang indah

Dongeng sebelum tidur, ceritakan yang indah biar 'ku terlelap

Dongeng sebelum tidur, mimpikan diriku, mimpikan yang indah

Aneka banyak cerita, ceritakanlah semua hingga ku terlelap


Dongeng sebelum tidur, mimpikan diriku, mimpikan yang indah


Dongeng sebelum tidur, ceritakan yang indah biar 'ku terlelap

Dongeng sebelum tidur, mimpikan diriku, mimpikan yang indah
Dongengmu sebelum tidur . .