Tuesday, September 25, 2012

DEAR GOD

Tuhan, bahagia itu sederhana, kan. Sesederhana memakan semangkuk sup ayam rumahan di kala hujan, atau senikmat teh-tubruk-manis-hangat di pagi hari.

Tuhan, bahagia itu sederhana, kan. Sesederhana penerimaan dan kesadaran.

Tuhan, terima kasih atas kesadaran yang telah muncul itu. Ya, memang sesederhana itu, bagi orang-orang yang mengerti. Dan saya mengerti Tuhan, terima kasih. Terima kasih pula atas kelapangan hati yang muncul setelahnya. Tak lagi kosong, karena kelegaan telah memperluas hati itu, melapangkannya, dan bersiap untuk menampung memori-memori baru.

Tuhan, saya masih suka duduk di atas genting, memandangi langit. Mungkin awalnya saya kira bisa menemukanMu dalam wajah-wajah langit. Ah, saya rindu, Tuhan.

Terima kasih, atas segala kejelasan itu. Terima kasih, untuk membuat saya lebih mengerti, Tuhan.

Sunday, September 16, 2012

BROKEN

Tuhan, kali ini saya patah . . .

Saya tak tahu seberapa parah, tapi rasanya sesak sekali. Sesak hingga ingin muntah rasanya.

Saya mengalami hari yang buruk tadi. Saya kembali sakit, sendirian, dan disaat saya benar-benar butuh seseorang saya tidak menemukan satu pun yang bisa mengerti. Jadi, yang saya lakukan hanyalah memacu kecepatan, mencoba melarikan diri lagi. Tetapi kemanapun saya pergi, hati saya tidak akan berubah. Saya kali ini patah.

Dan semua terasa tidak sama lagi.

Malam ini saya menggigil. Rasanya seperti demam. Seperti ada yang tercerabut paksa, entah apa. Ya, tidak penting. Tidak ada yang peduli, bahkan mungkin kehadiran saya memang tidak penting.

Saya lelah.

BODOH

Tuhan, saya kalah . .

Begini ya rasanya kehilangan, kosong. Ada ruang menganga yang ditinggalkan, dan tak akan bisa kembali seperti semula.

Bodoh . . .

Wednesday, August 22, 2012

HALO !

Halo, saya masih "hidup" sampai sekarang *kayaknya bagian ini nggak penting deh, haha :D. Sudah lebih dari satu bulan saya meninggalkan kota mimpi. Dan minggu kemarin saya sempat mampir sebentar, menengok keadaannya selama beberapa hari. Kota mimpi di bulan Agustus ini serupa dengan halte, hanya berfungsi sebagai tempat pemberhentian, pemberi jeda.

Tanggal 15 kemarin, KKN saya (akhirnya) selesai. Senang sih, tapi entah kenapa sampai sekarang saya masih merasa kosong. Mungkin saya hanya belum terbiasa. Jadi, setelah semingguan berpusing-pusing dengan yang namanya LPK, akhirnya tugas saya selesai juga. Rasanya enak banget ketika kepala kosong dan nggak dipaksa untuk berpikir. Pikiran saya sampai melayang-layang. Akhirnya pelampiasan saya tersalurkan lewat perjalanan Pakis Aji (Jepara)-Tembalang (Semarang) dengan waktu tempuh kurang dari dua jam.

Ahiya, LPK ini lho yang bikin saya galau selama seminggu lebih.

LPK oh LPK, tebalmu ternyata bisa mengalahkan skripsi

Dan akhirnya kegiatan KKN ditutup dengan upacara penarikan di kampus dan aksi pelemparan topi KKN. Penginnya sih juga sama aksi pembakaran jaket KKN, tapi sayang ah. Jadinya jaket KKN punya saya dicorat-coret oleh teman-teman KKN saya, ditandatangani dan ditulisi macam-macam. Tapi begonya saya, kenapa tu jaket dicuci, luntur semua deh tulisannya. Itu semua ternyata gara-gara spidol sn*wm*n yang ternyata kalo kena air luntur *baru tahu, haha.

Eh, eh, pas kemarin balik ke kota mimpi, saya juga sempat nonton Perahu Kertas, sebuah film karya Hanung Bramantyo hasil adaptasi dari novel Perahu Kertas karya Dee (Dewi Lestari). Walaupun saya merasa di beberapa bagian agak sedikit berlebihan, tapi saya suka filmnya. Bukan dari segi kisah cintanya Kugy dengan Keenan, tapi ada sesuatu yang menarik saya, nggak tahu apa, dan saya tersesat di dalamnya.

Dan saya jatuh cinta dengan soundtrack Perahu Kertas yang dinyanyikan oleh Maudy Ayunda.



Sekarang saya sudah di rumah, dan belum apa-apa saya sudah kangen dengan kota mimpi. Saya merasa masih ada yang belum terselesaikan dan saya pengin ketemu beberapa orang. Setelah itu, saya ingin terbang lagi. Doakan saja ya, supaya fisik, finansial, dan waktu saya mendukung.

Saya siap berlari kembali, mencari jawaban.

Friday, August 17, 2012

RANDOM

Harusnya sekarang saya sudah mulai packing, bersiap-siap untuk pulang. Tapi nggak tahu kenapa, pulang kali ini rasanya berat. Tiba-tiba saya merasa tidak ingin pulang sekarang, padahal beberapa minggu lalu saya sibuk mencoret-coret timeline yang saya buat, menghitung hari kepulangan.

Saya masih ingin bertemu dengan beberapa orang, menyelesaikan hal-hal yang terasa salah. Terasa ada aliran utang yang belum terpenuhi, janji-janji yang tak tertepati. Saya masih merasa bersalah, tapi tak tahu harus berbuat apa.

Kali ini juga saya ingin pergi lagi, berlari ke timur. Membeli tiket secara random dan berakhir pada antah berantah lagi. Kali ini saya rindu hutan dan pegunungan, setelah satu bulan terkekang dan menjadi anak pantai. Saya butuh sendiri, sementara kedatangan hari raya tidak menawarkan kesendirian yang tengah saya rindukan.

Saya ingin menukar waktu.

Friday, August 10, 2012

HAMIN LIMA

Tiba-tiba merasa kosong sekaligus penuh hari ini. Ternyata sekarang sudah memasuki hamin lima (h-5) menuju penarikan KKN oleh kampus saya. Waktu satu bulan masa penerjunan sudah hampir selesai, dengan suasana Ramadhan yang hampir tidak saya rasakan, benar-benar datar dan hambar.

Minggu-minggu lalu, saya merasa waktu penerjunan KKN ini adalah sebuah bentuk penderitaan sendiri, dengan banyaknya beban program dan tanggung jawab lain yang rasanya begitu menyesakan, ditambah dengan sulitnya menyatukan berbagai kepala yang baru saja dipertemukan melalui sebuah kebetulan yang saya yakin memang telah terencana olehNya. Nyatanya minggu-minggu awal penerjunan yang saya rasakan adalah serupa himpitan beban. Jauh dari keluarga dan kehidupan "normal" versi saya.

Tetapi entah kenapa, saya kini mulai menikmati semua proses itu. Tiba-tiba rasa sedih itu datang menyelinap ketika saya menyadari bahwa waktu yang tersisa tidak mencapai satu minggu lagi. Saya mulai merasa nyaman, untuk tinggal bersama dengan dua belas orang yang memiliki karakter bermacam-macam. Atau mungkin saya hanya belum siap untuk kembali, for facing the reality.

Bahkan sekarang saja saya sudah mulai merindukan teman-teman KKN saya, merindukan kenangan bersama mereka, bagaimana kami berproses bersama, berjuang. Dan saya merasa nyaman dengan mereka. Hati saya seperti terbagi dua, di satu sisi saya ingin pulang, dan di sisi lain saya ingin tetap seperti ini, diam dalam stagnansi.

Tiba-tiba saya merasa bahwa waktu satu bulan ini adalah masa-masa pelarian saya. Masa dimana saya menghilang sejenak dari realitas.

Sunday, August 5, 2012

LPK

.Pic taken from random googling.
Lagi dibuat galau (dan mabok) sama yang namanya LPK.


:'(